DATA PRIBADI




Isnidha Adawiyah
Nama saya Isnidha Adawiyah, biasa dipanggil Isnidha. Isnidha artinya Indah, dan Adawiyah artinya Selalu Ada dan merupakan nama perempuan dari Almarhum Abi saya (Moh.Holis Adiwijaya). Saya lahir di Kota Probolinggo, 31 Mei 1999.
Riwayat pendidian saya, saya berasal dari SDN KEBONSARI KULON 1&2 dari tahun 2006 hingga 2012. Setelah lulus SD saya melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 2 Probolinggo. SMP yang menurut saya cukup memberikan pendidikan yang luar biasa, dimana saya dapat membentuk karakter yang positif. Karena setiap hari Jumat, semua siswa diajarkan untuk selalu mengingat sang pencipta melalui Istigosah. Setelah saya mampu menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama, saya melanjutkan pendidikan saya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Alhamdulillah saya diterima di SMAN 2 Probolinggo, yang merupakan sekolah Adiwiyata. Disini saya mampu berinteraksi dengan alam. Saat kelas 10 saya selaku warga SMAN 2 Probolinggo, diajak ikut andil untuk menanam mangrove di daerah Hutan Mangrove yang terletak di daerah Probolinggo. Disana saya merasa benar-benar mencintai alam, karena apa? Karena saya bisa merasakan bagaimana perjuangan seseorang untuk menyelamatkan masyarakat dari Erosi Pantai (abrasi). Beranjak kelas 11 saya mengikuti kegiatan yang menurut saya penting untuk diberikan kepada seluruh pelajar Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk memupuk rasa empati pelajar Indonesia terhadap lingkungan alam. Saat kelas 11 dulu, SMAN 2 Probolinggo, mengadakan kegiatan yang benama Bedol l Smada. Bedhol Smada merupakan kegiatan untuk pembelajaran tentang lingkungan terutama tentang bagaimana mengelola sumber daya air dengan benar. Dan yang tak kalah menarik adalah pemanfaatan daun pisang menjadi polybag sebagai media pembibitan sawi putih dan kubis (yang tentunya ramah lingkungan). Apabila kegiatan ini diterapkan kepada seluruh pelajar Indonesia, saya yakin Indonesia akan menjadi Negara pertama yang ramah lingkungan. Saat kelas 11 banyak pengalaman yang saya dapatkan. Pertama, saya mampu bersaing dengan beberapa siswa SMA untuk mengiuti seleksi Paskibraka Provinsi tahun 2016. Saya terpilih menjadi salah satu dari sepuluh orang yang mewakilkan Kota Probolinggo untuk bersaing dengan beberapa siswa SMA dari berbagai Kota. Tahap Kesehatan saya lolos, tahap akademik saya lolos, tetapi saat pantukhir saya belum berhasil untuk lolos, Alhamdulillah di syukuri saja. Setelah saya mengikuti seleksi Paskibraka Provinsi, saya mengikuti seleksi Pakibraka Kota Problinggo, yang membuat saya senang adalah, saya tidak diperuntukkan untuk mengikuti seleksi, karena saya merupakan perwakilan Kota Probolinggo yang lolos mengikuti seleksi Paskibraka Provinsi. Di Paskibraka Kota, saya merupakan anggota 17, yaitu bertugas sebagai pengiring daripada pasukan Inti (pasukan 8). Banyak pengalaman yang saya dapatkan ketika saya mengikuti kegiatan Paskibraka Kota maupun Provinsi. Saya menjadi pribadi yang lebih menghargai waku, lebih tegas, dan tentunya lebih mandiri. Tidak ada kata lemot dalam dunia Paskibraka.
Saat SMA saya masuk jurusan BAHASA. Jurusan yang merupakan salah satu jurusan yang selalu dipandang sebelah mata. Menurut saya, setiap jurusan itu sama, tergantung Sumber Daya setiap siswa saja. Ketika kels 12, banyak cemooh yang saya dengar “kok bahasa sih?” , “bahasa nggak laku di sekolahku” , “bahasa itu kelas buangan” , “kok jurusan bahasa? Nanti kuliah mau ambil jurusan apa?” sakit hati saya mendengar cemooh itu, but saya tetap berusaha membuktikan kepada setiap orang yang mengatakan bahwa jurusan bahasa bukan jurusan yang seperti apa yang mereka katakan. Mereka tidak sadar, jika tidak ada pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing, bagaimana nasib mereka? Sedangkan bahasa asing merupakan bahasa Internasional yang menjadi point tambahan bagi mereka yang ingin melamar pekerjaan. Saya beserta teman-teman, berusaha memberikan yang terbaik. Pada saat itu, di sekolah saya ada kegiatan SERIOUS dimana kegiatan ini merupakan pertandingan olahraga antar kelas. Berkat usaha dan doa saya beserta teman-teman, mampu menjadi JUARA UMUM, dimana sebelumnya belum ada jurusan Bahasa yang menjadi JUARA UMUM. Saya sangat senang saat itu. Setelah kegiatan Serious, saya dan teman-teman focus pada UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Tidak disangka, salah satu teman saya, merupakan peraih nilai UN tertinggi. Hal itu membuat saya bangga menjadi siswa jurusan bahasa.
Setelah lulus, saya melanjutkan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Kuliah. Maksud hati, saya ingin sekali kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tapi Allah memiliki jalan takdir yang berbeda dengan asa diatas kepala saya. Saya diberi ijin oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. Awalnya saya tidak bersemangat, tapi keluarga selalu memberi support. Hal yang membuat saya semangat kuliah di UMM adalah, UMM merupakan tempat kuliah almarhum abi saya. Mungkin Allah mengijinkan saya untuk kuliah di UMM agar saya selalu senantiasa untuk mengingat almarhum abi saya.
UMM merupakan universitas swasta terbaik. Awal masuk, UMM telah memberikan kegiatan yang sangat penting. Ada bebrapa kegiatan di UMM, yaitu Tes Taep, PATI, P2KK, Pertemuan Orangtua/Wali, dll. Dimana setiap kegiatan ini memiliki fungsi dan tujuan masing-masing. Jadi tidak heran lulusan UMM mampu menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kepribadian positif dan mampu bersaing dengan generasi penerus bangsa lainnya.

Komentar

Postingan Populer