DAERAHKU
1.
DAERAHKU dan KEUNIKANNYA
Aku berasal dari Kota Probolinggo.
Kota Probolinggo berada pada 7° 43’ 41” sampai dengan 7° 49’ 04” Lintang
Selatan dan 113° 15’ Bujur Timur dengan luas wilayah 56,667 km2.kota
Probolinggo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Terletak sekitar 100km sebelah tenggara Surabaya, Kota Probolinggo berbatasan
dengan Selat Madura di sebelah utara, serta Kabupaten Probolinggo di sebelah
Timur, Selatan, dan Barat. Probolinggo merupakan kota terbesar keempat di Jawa
Timur setelah Surabaya, Malang, dan Kediri. Kota ini terletak di wilayah Tapal
Kuda, Jawa Timur dan menjadi jalur utama pantai utara yang menghbungkan Pulau
Jawa dengan Pulau Bali.
Kota Probolinggo mempunyai semboyan
yang menunjukkan ciri khas, citra dan motto Kota Probolinggo. Semboyan itu
adalah Tri Karsa Bina Praja. Tri
Karsa berarti memiliki tiga karsa. Karsa
yang pertama adalah melestarikan ciri khas kota Probolinggi yaitu Bayuangga. Bayu berarti angina, dan Angga
berarti Anggur dan Mangga, jika di simpulkan berarti Probolinggo merupakan Kota
Angin penghasil Anggur dan Mangga. Karsa
yang kedua adalah mewujudkan citra Kota Probolinggo sebagai Kota Indaditasi
yang memiliki kepanjangan dari Industri, Perdagangan, Pendidikan, dan
Transportasi atau Perhubungan. Karsa
yang ketiga adalah membudayakan Kota Probolinggo sebagai Kota Trasnit serta
memiliki sarana dan prasarana skala primer dalam lingkup regional antara lain
dengan adanya Pelabuhan Tanjung Tembaga, Terminal Bis antar Propoinsi
Bayuanggu, Stasiun Kereta Api maka sangat memungkinkan sebagai pusat
pengembangan ekonomi bagi Kota Probolinggo sendiri dan daerahnya.
Probolinggo dikenal sebagai kota
singgah dalam perjalanan pariwisata menuju Gunung Bromo.
Secara umum Probolinggo dijangkau oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara
melalui Surabaya dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus maupun kereta
api. Adapun objek wisata dalam kota sebagai berikut:
- Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).
Berupa kebun binatang mini yang
berada di daerah Mangunharjo. Satwa yang ada dalam kebun binatang ini cukup
beragam. Kini, TWSL terus dikembangkan. Biaya masuk hanya Rp 3000/orang untuk
dewasa dan Rp 2000 untuk anak-anak.
1.
Alun-Alun Kota Probolinggo
Alun-Alun merupakan pusat kota
Probolinggo. Terdapat beberapa bangunan penting mengelilingi alun-alun
tersebut, seperti, Perpustakaanl, Penjara, Masjid, Kantor DPRD, dan Stasiun. Di
sekitar alun-alun juga terdapat banyak penjual makanan dan minuman (semacam
pusat jajanan). Terutama setiap minggu, diadakan pasar di alun-alun kota ini,
menjual makanan dan berbagai tumbuh-tumbuhan. Tidak dikenakan biaya untuk masuk
alun-alun.
2. Museum Probolinggo
yaitu
museum yang dirintis sejak tahun 2009 dengan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti.
Misalnya bangunan, pusaka dan foto-foto kuno. Setelah tim museum terbentuk,
akhirnya memburu dan mengumpulkan sejumlah bukti sejarah Probolinggo.Sebanyak
140 koleksi Museum Probolinggo terdiri dari temuan Arkeologi, Etnografi,
Nomismatik (Uang), Filologi, Keramik Arkelogi, Pusaka, Alat Transportasi dan
foto-foto masa lalu.
3.
BeeJay Bakau Resort (BJBR)
Adalah ekowisata
bakau di atas pantai pasang surut di Kota Probolinggo dengan fasilitas
lengkap antara lain: Pantai pasir putih dengan Permainan Air, Water
Boom, FlyingFox, Cafe, Restoran Sari Laut dan Bungalow.
2.
DAERAHKU dan BUDAYANYA
Probolinggo
memiliki budaya yang cukup unik. Yaitu memilik budaya Petik Laut, yag merupakan
sesembahan para nelayan. Larung sesaji bumi dan petik laut biasanya
diselenggarakan pada tanggal 1 Suro (Penanggalan Jawa) atau biasanya digelar
pada Bulan Nopember (akhir tahun). Kegiatan tradisi khas masyarakat pesisir
ini, telah menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Probolinggo dalam setiap
tahunnya, yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan pagelaran wayang semalam
suntuk, ruwatan, selamatan dan pagelaran sendra tari sampai dengan larung
berbagai macam sesaji ke tengah laut. Prosesi larung sesaji pada dasarnya
bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rejeki yang dikaruniahkan
kepada warga masyarakat pesisir dalam satu tahun ini. Tujuannya yaitu agar
rejeki yang akan didapatkan pada tahun yang akan datang akan semakin bertambah
dan diberikan keselamatan dan kesehatan bagi warga setempat. Lokasi
penyelenggaraan kegiatan larung sesaji bumi dan petik laut yaitu di Pelabuhan
Pelelangan Ikan (PPI), Jl. Pantai Mayangan, Kota Probolinggo.
Petik laut
biasanya dimulai pada pukul 06.00 WIB. Ritual berawal saat perahu yang akan
dilarungkan diisi terlebih dahulu dengan sejumlah sesaji, seperti nasi kuning,
lauk pauk, beberapa pakaian, sandal, dan sajadah. Setelah diisi, perahu larung
itu diarak mengelilingi desa menuju pelabuhan sambil diiringi sejumlah
kesenian, seperti reog, rerere, dan tanjidor. Sesampai di pelabuhan, baru
perahu yang diarak-arak oleh warga diturunkan dan dilarungkan ke tepi pantai.
Tak sedikit, perahu nelayan mengikutinya hingga sampai akhirnya dilepas ke
tengah laut.
Gambar Budaya Petik Laut Kota Probolinggo
3.
DAERAHKU dan CIRI KHASNYA
Sebagai kota
penghasl manga dan anggur, sudah pasti ciri khas Kota Probolinggo adalah mangga
dan anggur. Selain manga dan anggur Kota Probolinggo juga memilki makanan khas,
yaitu yang pertama adalah Soto Kraksaan. Makanan khas probolinggo yang pertama
adalah soto kraksaan, yang menjadikan khasnya soto ini adalah bahan bumbunya
yang berbeda pada umumnya. Bahan daging ayam yang dipakai adalah ayam jantan
dengan bumbu santan yang dilengkapi dengan serbuk kelapa yang disangrai,
sebagai pelengkap Soto Kraksaan ini dilengkapi dengan irisan kentang yang di
kukus di tambahkan kerupuk udang sebagai pelengkap. Jika anda berkunjung ke
krakasan anda dapat membelinya di utara Masjid Agung Ar-Raudlah dan di sebelah
timur Rutan Kraksaan. Belum ke Probolinggo jika belum makan soto yang satu ini.
Makanan khas probolingo yang ke dua adalah nasi glepungan, nasi ini dalam
penyajianya terdapat lauk yang tradisional, dengan ragam olahan tradisional ada
Ikan Asin, tempe dan tahu penyet, Lalapan, Sambel pedas, Nasi glepungan
(Sari-sari jagung), smua di taruh di atas nasi dan siap untuk di santap.
Buah Mangga
merupakan yang melimpah, dan banyak digemari oleh banyak kalangan,karena
rasanya yang manis dan khasiat buah mangga yang baik untuk kesehatan. Mangga
arum manis merupakan varietas mangga Probolinggo yang paling terkenal di antara
mangga manalagi dan mangga golek yang juga banyak ditanam di Probolinggo.
Disebut arum manis karena mangga ini harum dan manis. Daun pohon mangga arum
manis berbentuk lonjong dan panjangnya dapat mencapai 45 cm. Mahkota pohonnya
berbentuk kerucut terpotong dengan diameter sekitar 13 cm. Buah mangga arum
manis umumnya berbunga pada bulan Juli-Agustus dan dipanen mulai
September hingga November. Buah ini gampang dikenali karena bentuknya yang
lonjong dan warnanya hijau kekuningan jika sudah matang.
Selain makanan
khas, Probolinggo juga memiliki angina khas. Pada bulan-bulan ini Probolinggo
mengalami musim angin. Angin yang berhembus pada antara bulan Juni hingga
pertengahan September begitu kencang. Angin itu berhembus dari arahselatan
hingga tenggara ke arah utara, barat laut hingga arah barat. Ada
banyak cerita mengenai tentang angin yang berhembus di Probolinggo pada
bulan-bulan ini. Angin yang berhembus yaitu Angin Gending. Kenapa disebut angin
gending, karena di daerah Gendinglah tiupan angin terasa paling keras di
sepanjang daerah di Probolinggo. Gending merupakan satu daerah kecamatan di
Kabupaten Probolinggo. Kira-kira sekitar 15 menit ke arah timur dari pusat
kota.






Komentar
Posting Komentar